Teknologi Perang Rahasia Milik Amerika Serikat

Teknologi Perang Rahasia Milik Amerika Serikat

Debrarealtor – Sebagai negara adidaya, Amerika Serikat memiliki militer terkuat dan teknologi militer terkuat di dunia. Faktanya, pasukannya tersebar di seluruh dunia. Negeri Paman Sam berkali-kali menampilkan senjata canggihnya untuk menyiksa lawan-lawannya. Namun bagaimana jika Amerika Serikat masih memiliki banyak senjata rahasia yang belum pernah diungkapkan ke publik?

Amerika Serikat sudah memiliki beberapa senjata canggih yang dimilikinya, seperti MQ9 Reaper Drone, PHASR Rifle, dan kendaraan tempur Laser Avenger. Ini tidak menghentikan Amerika Serikat untuk memproduksi senjata yang lebih canggih dan mematikan. Berikut 10 teknologi perang rahasia di Amerika Serikat yang sering dibicarakan di masyarakat.

1. Senjata dengan energi terarah

Anda tahu gerakan Kamehameha dari Son Goku dari Dragon Ball, bukan? Langkah ini adalah tembakan energi super kuat yang dapat menghancurkan lawan Anda.

Ini kurang lebih adalah prinsip Senjata Energi Terarah Amerika Serikat (DEW). DEW mampu menembakkan sinar energi terkonsentrasi dari kejauhan.

DEW paling populer yang digunakan saat ini adalah laser energi tinggi (HEL). Kemunculan senjata ini mirip dengan film fiksi ilmiah.

Diam, tidak terlihat pada frekuensi tertentu, dan dapat mencapai jarak yang sangat jauh, senjata rahasia sangat menakutkan.

Senjata ini terungkap ke publik setelah beberapa saksi melihatnya sebagai pemicu kebakaran hutan yang terjadi di berbagai tempat. Belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah terkait masalah ini.

2. Perangkat akustik jarak jauh

Tidak, senjata yang satu ini tidak ada hubungannya dengan musik. Long Range Acoustic Devices (LRAD) adalah senjata yang menggunakan kekuatan suara.

Siapapun yang berada dalam jangkauan senjata ini (9 kilometer) akan merasakan sakit saat mendengar suara senjata ini. Bahkan, beberapa bahkan kehilangan pendengarannya.

Pengembang menyebut LRAD sebagai alat, tetapi siapa pun yang terpengaruh akan menyebutnya sebagai senjata.

Apakah ada korban? Beberapa diplomat AS yang tiba di Kuba dilaporkan kehilangan pendengaran. Hal ini memicu gelombang protes publik untuk menghentikan penggunaan LRAD.

3. Pengendalian pikiran gelombang mikro frekuensi rendah

Ketika Amerika Serikat mengobarkan Perang Dingin dengan Uni Soviet, Pentagon menemukan bahwa saingan ideologisnya telah menyerang kedutaan Amerika dengan radiasi gelombang mikro pada tahun 1965.

Ini dikenal sebagai radiasi gelombang mikro frekuensi sangat rendah (ELF). Gelombang ini dapat mempengaruhi kesehatan dan bahkan mengubah perilaku staf kedutaan.

Sebaliknya, Amerika Serikat menyelidiki gelombang serangan itu. Proyek ini dikenal sebagai Proyek Pandora.

Sementara hasil studi tidak meyakinkan, manajer proyek mengatakan bahwa radiasi ELF merupakan ancaman serius bagi keamanan nasional.

Itu terjadi beberapa dekade yang lalu. Bagaimana jika Amerika Serikat sekarang bisa datang dengan teknologi yang tepat sehingga ombak bisa menguasai rakyat?

4. Senjata untuk serangan jantung

Bagaimana jika ada senjata tanpa suara yang dapat menembakkan anak panah kecil yang menyebabkan serangan jantung? Senjata ini disebut Heart Attack Guns dan konon muncul di tahun 70-an.

Anak panah yang dilempar mengandung racun yang tidak terdeteksi, itulah sebabnya banyak yang berasumsi bahwa kematian mendadak seseorang adalah akibat serangan jantung.

Masih belum ada bukti kuat kemunculan senjata ini, namun hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa beberapa situs menggunakan senjata ini untuk memalsukan kematian seseorang.

5. Amunisi peledak magnetohidrodinamik

Meski namanya Magneto Hydrodynamic Explosive Munitions (MAHEM), senjata ini tidak ada sangkut pautnya dengan karakter Magneto dari seri X-Men.

Seperti namanya, senjata ini menggunakan elektromagnet untuk membentuk dan mengarahkan aliran logam menuju suatu sasaran.

Sedikit yang diketahui tentang senjata rahasia ini. Yang jelas, pukulan yang muncul jika senjata itu benar-benar ada sangat mematikan.

Referensi: Majapahit.id

Anda mungkin juga suka...